Ikon aplikasi Lumi: hati yang memakai plesterLumi

Cara menulis surat yang tidak dikirim ke mantan (lengkap dengan ide dan template)

Masih ada hal yang ingin kamu sampaikan. Tuliskan semuanya di atas kertas, bukan untuk siapa-siapa. Begini caranya.

Surat kertas terlipat dengan segel oranye, yang tak pernah terkirim

Surat yang tidak dikirim adalah surat untuk mantan yang kamu tulis sampai tuntas tetapi tidak pernah kamu kirimkan. Surat ini memberi jalan keluar bagi semua perasaanmu tanpa membuka kembali komunikasi atau menunggu balasan. Tulis dengan bebas, tuangkan rasa marah dan cinta, baca sekali, lalu simpan rapat-rapat, singkirkan, atau lepaskan lewat ritual kecil.

Versi singkat

  • Kamu menulis untuk dirimu sendiri, bukan untuk mereka. Jangan menyensor demi reaksi mereka.
  • Masukkan semuanya: hal yang indah, rasa tidak adil, dan pertanyaan tanpa jawaban.
  • Tulis di tempat yang tidak bisa dikirim: kertas, aplikasi catatan pribadi, atau buku harian terkunci.
  • Banyak orang menulis lebih dari satu surat. Surat-surat berikutnya biasanya lebih singkat.

Mengapa menulis surat yang tidak akan pernah kamu kirim

Setelah putus cinta, sering kali ada kata-kata yang kehilangan tempat tujuannya: pertanyaan, permintaan maaf, amarah, ucapan terima kasih. Memendamnya hanya akan membuatnya semakin bising di kepala, sedangkan mengirimkannya biasanya membuka kembali kontak dan memulai siklus menunggu lagi. Surat memberi kata-kata itu tujuan yang bukan nomor ponsel mereka.

Para psikolog telah meneliti «tulisan ekspresif» (expressive writing), di mana seseorang menulis tentang pengalaman sulit dalam sesi singkat selama beberapa hari. Dalam penelitian tersebut, menuangkan perasaan ke dalam kata-kata terbukti membawa manfaat bagi banyak orang. Surat yang tidak dikirim adalah versi yang sangat personal dan fokus dari gagasan tersebut.

Cara menulisnya

  1. Pilih tempat yang aman untuk menulis

    Kertas, aplikasi catatan pribadi, atau jurnal harian. Jangan pernah di ruang obrolan kalian, jangan di draf email yang ditujukan kepada mereka.

  2. Tentukan waktu

    Dua puluh menit sudah cukup. Duduklah di tempat yang tenang tanpa gangguan.

  3. Mulai dengan «Halo…» atau nama mereka, lalu teruskan

    Jangan direncanakan. Tulis apa pun yang terlintas, dalam urutan apa pun. Jangan sibuk memperbaiki ejaan.

  4. Ungkapkan apa yang tak terucapkan

    Amarah, cinta, hal yang belum pernah kamu akui. Tidak ada orang lain yang akan membaca ini.

  5. Akhiri dengan sengaja

    Selesaikan dengan kalimat yang memberi penutup, meski hanya: «Hanya ini yang ingin kusampaikan untuk saat ini.»

  6. Baca sekali, lalu tentukan

    Simpan secara pribadi, taruh di tempat aman, atau lepaskan lewat ritual kecil.

12 kalimat pemantik untuk membantumu memulai

  1. Hal yang tidak pernah kukatakan kepadamu adalah…
  2. Aku marah karena…
  3. Aku masih belum paham mengapa…
  4. Hal yang paling kurindukan adalah…
  5. Hal yang sama sekali tidak kurindukan adalah…
  6. Aku minta maaf karena…
  7. Aku memaafkanmu atas… (atau: Aku belum siap memaafkanmu atas…)
  8. Pelajaran yang kupetik dari hubungan kita adalah…
  9. Momen ketika aku tahu ada yang tidak beres adalah…
  10. Aku mendoakan agar kamu…
  11. Yang kuinginkan untuk diriku sekarang adalah…
  12. Ini caraku melepaskan…

Template yang bisa kamu salin

Surat yang tidak dikirim

Untuk ___, Aku menulis ini karena ada hal-hal yang masih membebani hatiku, dan aku ingin meletakkannya. Hal yang tidak pernah kukatakan kepadamu adalah ___. Aku masih merasa terluka bahwa ___, dan aku marah karena ___. Aku rindu ___. Aku sama sekali tidak rindu ___. Pelajaran yang kupetik dari hubungan kita adalah ___. Aku tidak akan mengirimkan ini. Aku menulisnya untuk diriku sendiri. Aku melepaskan ___, dan aku memilih ___. ___

Apa yang harus dilakukan dengan surat ini setelahnya

  • Simpan di tempat pribadi dan baca kembali sebulan kemudian untuk melihat seberapa jauh kamu telah pulih.
  • Simpan di dalam kotak bersama barang-barang kenangan dari hubungan tersebut.
  • Lepaskan lewat ritual kecil: robek berkeping-keping atau hapus dengan kesadaran penuh. Jika memilih membakar kertas, lakukan dengan aman.
  • Tulis lagi yang lain ketika ada emosi baru yang muncul. Surat berikutnya biasanya lebih pendek dan tenang.

Surat perpisahan vs surat yang tidak dikirim

Sebagian orang menyebut «surat perpisahan» sebagai surat yang benar-benar mereka kirimkan untuk mengucapkan selamat tinggal secara tuntas. Hal itu bisa saja tepat dalam beberapa situasi, tetapi jarang sekali memberikan ketenangan batin yang diharapkan, karena ketuntasan hati datang dari dirimu sendiri, bukan dari balasan mereka. Jika ragu, tulislah versi yang tidak dikirim terlebih dahulu.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah menulis surat yang tidak dikirim benar-benar membantu?

Banyak orang merasakannya. Cara ini memberi tempat bagi kata-kata tanpa harus membuka kembali kontak. Penelitian tentang tulisan ekspresif menunjukkan bahwa menuangkan emosi yang berat ke dalam kata-kata bisa sangat membantu, meski bukan pengganti bantuan profesional.

Haruskah aku mengirimkan surat tersebut suatu saat nanti?

Biasanya tidak. Jika setelah seminggu kamu masih ingin mengirimkannya, tanyakan pada dirimu reaksi apa yang kamu harapkan. Jika jawabannya adalah balasan, permintaan maaf, atau perubahan sikap, tetap jangan kirimkan.

Seberapa panjang surat yang tidak dikirim sebaiknya ditulis?

Sepanjang yang kamu butuhkan. Ada yang satu halaman, ada yang sepuluh halaman. Menulis terus menerus selama dua puluh menit adalah awal yang sangat baik.

Sumber

  1. Pennebaker, J. W. (1997). Writing about emotional experiences as a therapeutic process. Psychological Science, 8(3), 162–166.
  2. Find a Helpline: free, confidential support in more than 130 countries

Panduan ini adalah informasi umum, bukan terapi atau nasihat medis.